Partai Rakyat Demokratik(PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI),
Pemerintah Daerah Lombok Timur memperlihatkan watak sejatinya, Kamis 04 November 2010 Sekitar Pkl 11.00 Wita sekitar Lima Truk Dalmas,Brimob,Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Tentara dari Angkatan Darat di kerahkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur yang menjanjikan keadilan dalam kesejahteraan, namun semua itu adalah Selogan jika persoalan menuntut Rakyat Tani Treng Wilis Desa Perian Kecamatan Montong Gading saja di hadapkan dengan Bedil hingga mengakibatkan Tiga Petani kena Luka Tembak dalam Aksi Protes di Lokasi Proyek Galian Perpipaan Treng Wilis, brikut kronologis singkat kejadian :
Rabu 03 November 2010
Pkl 10.00 wita :
Warga mengingatkan Pekerja Proyek agar tidak melanjutkan pekerjaan mengacu pada hasil pertemuan dengan pihak DPRD Provinsi bahwa proyek minta di hentikan dulu sampai ada kesepakatan warga dengan Pemda Lotim, DPRD Provinsi akan buat Tim Indevenden untuk melihat aspek lingkungan dan sosiologisnya terhadap rakyat tani di sekitar Lokasi Sumber Mata Air,saat itu juga para Pekerja menjawab Pak Camat Bertanggung Jawab (dia yang suruh intinya) kemudian Pimpro Telpon Camat dan Camat bilang tidak berani tanggung jawab, stalah itu warga bubar,pekerja pun berhenti bekerja.
Kamis 04 November 2010
Pkl 09.00 Wita :
Warga dapat informasi ada Konsentrasi Aparat Kepolisian di lokasi tepatnya Rumah Kades Jemngggik Utara untuk mengawal pekerja untuk melanjutkan pekerjaan pengalian dan penanaman pipa.
Pkl 11.00 Wita :
Warga bergerak jalan kaki menuju ke lokasi Proyek galian pipa sekitar 30 Menit, kemudian warga mempringati agar Proyek di hentikan kepada pekerja yang di kawal Polisi sekitar Lima Truk, Warga meneriakkan yel-yel penolakan dan terjadi negosiasi yang diwakili saat itu oleh Toni (Perwakilan Pemuda) yang meminta polisi untuk mundur maka warga berhenti bergerak namun Polisi minta warga yang mundur duluan sambil Kocok senapan oleh pasukan yang di belakang .
Mendengar itu polisi langsung menembak kearah atas tindakan inilah yang memropokasi massa untuk maju kemudian polisi melakukan penembakan kearah warga,wargapun maju terus dan berhasil memukul mundur polisi, kemudian ada negosiasi warga lagi isinya sama agar polisi keluar dari kampong, hasilnya polisi mundur namun korban sudah ada(sakarang sudah di rujuk ke RS Bhayangkara Mataram) :
1. Amaq Hafli Alias Aq Zakiah Umur 50 Tahun Alamat Gege Tengak Desa Priyan Kecamatan Montong Gading, Kena Pinngang Tembus dari depan ke belakang masih RSU Soejono Lombok Timur
2. Marwan Umur 27 Tahun Alamat Taer Aer Desa Prian Kecamatan Montong Gading Kena Betis Kanan Depan RSU soejono Lombok timur
3. Amaq Jamal umur 50 Tahun Alamat Lendang Jaran Desa Jenggik Utara Kecamatan Montong Gading Kena Kepala Kanan sudah di rumah.
Pkl 11.40 Wita :
Korban di bawa ke Puskesmas Montong Betook Pakai Motor dengan jarak 7 Kilo Meter (Pak Ramli,Wawan,dll ) di Puskesmas Montong Betook telah ada Konsentrasi Aparat Polisi
Setelah korban di puskesmas warga dan keluarga korban Khaerudin dan Abdurrahman datang menjenguk justru di tangkap polisi dan di bawa ke Polres Lombok Timur dan sempat di pukul , Amaq Jamaludin di Pukul Paha saat menjenguk oleh Polisi dengan pipa sebanarnya mau di tangak namun berhasil melepaskan diri dari pelukan polisi.
Pkl 12.00 Wita :
Seteha penembakan tersebut polisi mundur dari perkampungan, akibat kejengkelan warga atas tindakan kepolisian ini maka warga membakar pipa proyek .
Atas kejadian tersebut kami Partai Rakyat Demokratik(PRD), Serikat Tani Nasional (STN),Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND),Serikat Rakyat Miskin Indonesia(SRMI), menyatakan sikap :
1) Mengecam tindakan Kepolisian Resort Lombok Timur yang telah melakukan penembakan kepada warga Treng Wilis hingga menimbulkan korban Tiga Orang luka luka
2) Mendesak Pemda Lotim untuk menghentikan sementara Proyek Perpipaan Treng Wilis sambil mencari jalan keluar secara Demokratis (Musyawarah Mupakat)dengan warga Treng Wilis.
3) Agar Rakyat Tani Treng Wilis bisa menahan diri atas segala Bentuk Provokasi yang di lancarkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab
4) Bangun trus persatuan rakyat hancurkan perampas hak hak rakyat.
Kami juga menyerukan kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur agar menunda rencana Aktivitas Penaman Pohon di Lingkar Hutan Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dalam Rangka Program Korea International Coopetaions Agency (KOICA) yang akan di lakukan pada Hari Rabu 10 November 2010 dengan melibatkan tokoh agama,masyarakat dan seluruh PNS di Kecamatan Jerowaru sampai ada kejelasan jalan keluar sengketa antara rakyat tani di Lingkar Hutan Desa Sekaroh dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan (DISHUT) Lombok Timur,bila ini terjadi maka Peristiwa Treng Wilis,Pasir Besi,Tanah Awu Lombok Tengah akan terjadi di Tanah Sekaroh.
Demikian Terima Kasih
Mataram,05 November 2010
KPW PRD NTB
ttd
Ahmad Rifai
Ketua DPD SRMI NTB
ttd
Sarfian WS
Ketua Ekswil LMND NTB
ttd
Iwan Kurniawan
Ketua KPW STN NTB
ttd
Dedy Sanjaya
DIV.Propaganda
Contak :
Ahmad Rifai : 085 739 429 060
sarfian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar