Notulensi Aksi Relly dalam rangka Protes Program pengijauan Korea International Coopretions Agency (KOICA) di desa sekaroh kerjasama pemkab lotim untuk mewuudkan NTB hijau di lahan milik petani oleh Komite Pimpinan Desa Serikat Tani Nasional (KPD STN) Sekaroh yang di Back Up oleh Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND)
Rabu 01 Desember 2010
Sekitar 200 massa petani yang tinggal di desa sekaroh tergabung dalam komite pimpinan desa serikat tani nasional (KPD STN) sekaroh menggunakan 100 sepeda motor melakukan Aksi Relly mengelilingi desa sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur menuntut pembagian tanah sekaroh menjadi tiga kawasan yaitu: kawasan hutan lindung, kawasan hutan gembala, dan kawasan pertanian produktif hal ini dilakukan sebagai bentuk Protes Program pengijauan Korea International Coopretions Agency (KOICA) di desa sekaroh kerjasama pemkab lotim untuk mewuudkan NTB hijau di lahan milik petani,berikut kronologis nya :
Sekitar pkl 13.02 wita :
Massa mulai berkumpul di kampung telone dengan perlengkapan aksi berupa : Bendera 5 buah, spanduk 9 buah yang bertuliskan protes dan ajakan membangun persatuan petani di desa sekaroh, Ikat kepala digunakan oleh seluruh masa aksi yang bertuliskan STN setelah itu bergerak mengendarai sepeda motor yang dipimpin oleh Korlap : Saharuddin (Sekertaris KPD STN Sekaroh), Kordum : Marnin (Ketua KPK STN Lotim), dan juru bicara andra Ashadi (Ketua LMND Lotim),sebelum meninggalkan kampung telone massa relly ini memasang sepandung dengan tulisan “Bangun Persatuan Buruh,Tani,Nelayan Tuntut Tanah,Modal,Teknologimodern untuk Petani dan Nelayan” sambil menyayikan lagu perjuangan dinataranya Indonesia raya massa bergerak menuju kampung Telok Dalem
Sekitar pkl 13.17 wita
Sesampainya di kampung telok dalem massa berhenti tepatnya di depan Sekolah dasar negeri (SDN)telok dalem kemudian menggelar orasi orasi yang menegaskan perlunya persatuan yang kuat untuk mengusir para perampas tanah rakyat hal ini di tegaskan iwan kurniawan dari LMND ketua wilayah LMND NTB sambil memerintahkan peserta relly untuk memsang plakat protes yang bertuliskan “Bangun Persatuan Untuk Pembebsan Tanah Rakyat” setelah itu kembali koorlap saharudin sekertaris KPD STN Sekaroh mengarahkan peserta relly untuk meninggalkan kampung telok dalem sambil menerikakan yel yel : korlap : hentikan perampasan tanah kemudian di jawab peserta tebait tanak tebait nyawe (diambil tanah di ambil nyawe),koorlap : bilang koica ,peserta aksi bilang hentikan,koorlap : bilang neoliberalisme ,massa relly menjawab penjajahan baru,
Sekitar pkl 13.53
Massa melanjutrkan perjalan relly ke kampung ujung Sengenit,seperti biasa sesampainya di kampung sasaran rellly peserta melakukan orasi orasi kali ini di sampaikan oleh lukman departemen pengembangan organisasi LMND(DPO LMND) Lombok timur yang menegaskan tentang perlunya persatuan untuk memepertahankan hak dasar petani dalam hal ini tanah jika tidak ada tanah maka petani tidak bisa bercocok tanam dan memerintahkan kepada massa untuk memasang plakat protes yang berbunyi “bangun persatuan hentikan penanaman di lahan petani” persis di depan rumah junaidi anggota STN sekaroh.
Sekitar Pkl 14.04 wita
Massa tiba dikampung ujung gon dan berhenti untuk memasang spanduk yang bertuliskan tebait tanak tebait nyawe (diambil tanah diambil nyawa) dan sambil orasi dan nyanyian – nyanyian lagu perjuangan orasi pertama dari kawan Budi Muliawan (KPD STN Sekaroh) inti dari orasinya menyerukan persatuan dan menuntut kepada pemerintah untuk di realisasikan tuntutan dari petani trsebut dan yel – yel korlap : hentikan perampasan tanah kemudian di jawab peserta tebait tanak tebait nyawe (diambil tanah di ambil nyawe),koorlap : bilang koica ,peserta aksi bilang hentikan,koorlap : bilang neoliberalisme ,massa relly menjawab penjajahan baru, orasi selanjutnya dari ketua KPK STN Lombok Timur selaku kooordinator umum relly ini menegaskan hal yang sama dengan meminta kepada pemerintah daerah Lombok timur untuk mengambil kebijakan terkait tanah sekaroh tidak gegabah seperti melakukan relokasi atas warga ujung gon,pemda lotim harus melihat aspek sejarah dan dampak sosialnya.
Sekitar Pkl 14.15 wita
massa bergerak menuju kampung Parak Telawek untuk memasang plakat protes yang bertuliskan “neoliberalisme(KOICA) perampas tanah rakyat “ dan bahasa inggris “neoliberalism (KOICA) plunderer of people’s lands”sambil menyampaikan orasi politik kali ini di sampaikan departemen pengembangan organisasi (DPO) KPD STN sekaroh Aq. Sudir yang menghimbau kepada massa aksi untuk tetap bersatu menghentikan niat mengambil tanah rakyat,himbauan selanjutnya dari korlap untuk tetap mengikuti arahan korlap sambil menegaskan Petani dan mahasiswa juga harus bersatu dalam satu barisan setelah itu tiba – tiba hujan lebat tetapi massa tetap berjalan menuju kampung pengoros
sekitar Pkl 14.36 wita
sesampai di kampung pengoros massa membentuk barisan dan memasang plakat yang betuliskan “jalan keluar masalah sekaroh : lahan,modal,teknologi untuk petani, lahan untuk penggembala,lahan untuk hutan lindung”, sambil melanjutkan orasi - orasi politik yang di sampaikan oleh Marnin ketu KPK STN Lotim berharap kepada massa aksi untuk tetap semangat walaupun hujan mengguyur karena tuntutan kita harus kita suarakan kepada pemerintah atau penguasa sementara hujan bertambah lebat di pengoros namun semangat peserta relly tidak pernah kendor untuk melakukan relly protes ini dengan melanjutkan ke kampung ujung ketangga
sekitar Pkl 16.01 wita
sesampai di kampung Aik Mual Ujung Ketangga massa berhenti sambil menyampaikan orasi politik,yang pertam menyampaikan orasi ketua KPD STN Sekaroh Bapak Budi Muliawan dalam orasinya sangat salut dengan peserta aksi yang kenal lelah dan mari kita bersatu, mari kita menggilas mereka yang tak peduli kepada rakyat atau siapapun mereka yang menghadang gerakan kita, Orasi selanjutnya Marnin (KPK STN Lotim) menghimbau kepada seluruh massa aksi untuk bersatu dalam organisasi (STN) melawan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat, tanah, modal, teknologi untuk petani dan wajib diberikan pemerintah tapi pemerintah khususnya pemda lotim telah gagal, orasi selanjutnya oleh Andra ashadi Ketua LMND Lotim yang menyampaikan bahwa dulu aikmual dan ujung ketangga pernah menjadi garda terdepan dalam perjuangan sekarang saya peranyakan tentang kesanggupan dalam perjuanagan dan masyarakat dusun setempat menjawab dengan kata siap, selanjutnya mengajak semua masyarakat untuk bergabung dengan organisasi tani karena sekarang pemerintah kita sudah tidak sanggup lagi mensejahtetakan rakyat dan pada waktu dekat kita dari STN akan menduduki kantor Bupati dan DPRD Lotim untuk menuntaskan masalah kita dengan jalan keluar 1. Lahan,modal dan teknologi untuk petani,lahan untuk penggembala,lahan yang di jadikan untuk hutan lindung,kemudian Korlap menghimbau untuk tetap semangat dalam menuntut kepada pemerintah terhadap kebijakan yang tidak pro pada rakyat, sebelum meninggalkan kampung ujung ketangga massa memasang plakat yang berbunyi”bersatu hancurkan perampas tanah rakyat” dan bergerak menuju kampung sekaroh.
Sekitar pkl 16.01 wita
Massa tiba di kampung sekaroh korlap menegaskan agar peserta relly tetap tunduk kepada seruan seruan korlap, sambil mendengarkan orasi dari ketua KPD STN sekaroh bapak Budi Muliawan yang intinya mengajak kawan atau masyarakat sekaroh untuk tetap bersemangat dalam berjuang menuntut hak kita, jangan pernah takut karna kita sudah merdeka tapi itu belum kita rasakan hal itu untuk itu bersatu dan bersatu adalah tugas kita,pemasangan palakat protes tetap berlangsung di setiap kampung yang di singgahi ,di kampung sekaroh plakat yang di pasang menyerukan “bersatu hancurkan perampas tanah rakayat” setelah berorasi dan memasang plakat sebagai bentuk protes massa kemudian balik ke kampung pengoros
Sekitar pkl 16.36 wita
Di kampung pengoros Korlap perintahkan peserta relly agar berbaris dua sambil menyemangati para peserta dengan orasi orasi dan yel-yel,kemudian memberikan kesempatan kepada andra ashadi ketua LMND Lombok timur selaku humas aksi relly untuk berorasi,dalam orasinya andra menyatakan, salam pembebasan kita hari ini bangsa Indonesia sedang di jajah, kita menjadi kuli di bangsa kita sendiri,kita akan lanjutkan perjuangan ini dengan melakukan rapat terbuka di desa sekaroh dalam rangka menyatukan kebulatan tekad kita untuk menuntut penyelesaian kasus tanah sekaroh yang tak kunjung di selesaikan oleh pemerintah kemudian kita lanjutkan ke pusat kota Lombok timur di selong untuk menuntut dan menduduki kantor bupati dan DPRD sebelum mengakhiri orasinya andra meminta peserta relli untuk mengangkat tangan kiri keatas sambil mengepalkan tangan sebagai symbol tinju perlawanan petani atas ketidak adilan selama ini dan menyanyikan lagu darah juang dan orasi selanjutnya heriyadi dari LMND menyampaikan orasinya yang intinya sangat bangga dan salut terhadap semangat kawan kawan dalam memperjuangkan hak haknya di tengah hujan dan lumpur semangat kawan kawan tidak pernah kendor semoga kawan kawan akan terus bersemangat memperjuangkan hak hak kawan petani untuk sebuah tujuan yang sangat mulia dan saya berharap kepada kawan kawan untuk tetap bersatu dan bersemangat untuk menggapai tujuan tersebut kami dari LMND sangat mendukung pergerakan kawan kawan petani baik secara organisasi sekali lagi kawan kawan tetap semangat, semangat dan tetap bersatu demi pembebasan nasional…salam pembebasan…hidup petani, hidup perempuan, hidup perempuan.
Orasi selanjutnya dari ketua KPD STN Sekaroh bapak Budi Muliawan menghimbau kawan kawan tetap semangat dan tetap berada pada garis massa menuntut,dan membacakan pernyataan sikap yang intinya :
1. Agar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera membuat Panitia dalam bentuk Komite Penyelesaian Kasus Tanah Sekaroh
2. Pembagian Kawasan Hutan Sekaroh yang sekarang tidak layak di sebut sebagai kawasan hutan karna sudah di padati oleh pemukiman rakyat menjadi tiga kawasan yakni : Kawasan Hutan Lindung,Kawasan Penggembalaan dan Kawasan Produksi (lahan yang di kuasai rakyat tani secara kolektive)
3. Sesungguhnya Tindakan Pemda Lombok Timur melawan apa yang di sampaikan Bapak Menteri Kehutanan yang menegaskan bahwa : jalan keluar untuk mengatasi kemiskinan yang di hadapi petani terutama yang berada di lingkar hutan adalah dengan cara membagikan 6000 hektar lahan dengan asumsi setiap Kepala Keluarga(KK) akan mengelola Tiga Hektar dalam kunjungan nya ke Lombok Timur beberapa bulan yang lalu,
4. Pemerintah daerah lombok timur tidak perlu mendatangkan orang korea untuk membuat hutan dengan menanam pohon kami mampu membuat hutan jika hak kami atas tanah sudah jelas
Setelah menyatakan sikap massa aksi relly menyayikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang di pimpin oleh korlap setelah itu massa mendengarkan Marnin selaku ketua KPK STN Lombok Timur menyampaikan sambutan terakhirnya sambil melapaskan yel yel untuk menyemangati massa aksi relly ,marnin menyampaikan pesannnya bahwa kita telah selesaikan satu agenda kita yaitu relly dan memasang spanduk sebagai bentuk protes kita atas kebijakan Negara hari ini kepada kita kaum tani trutama di desa sekaroh yang di hambat dalam mendapatkan aksess terhadap tanah,modal dan teknologi sesungguhnya tindakan ini adalah tindakan penggaran hak asasi manusia (HAM) kita selaku kaum tani,saya berterimakasih atas semangat kawan kawan dan ini harus terus kita tingkatkan jika tuntutan tidak di penuihi maka kita akan menduduki kantor bupati lotim untuk menuntut penyelesaian kasus sekaroh dengan memberikan tanah, tekknologi, modal untuk petani dan menyerukan yel yel .
Sehabis pesan dari ketua KPK STN lotim,korlap mempersilahkan kawan Alas Sumantra seksi kampanye dan propaganda KPD STN sekaroh untuk memimpin do’a sebagai penutupan aksi relly setelah do’a massa membubarkan diri dengan tertib. Polisi yang mengawal dari awal sampai akhir aksi hanya satu orang sedangkan mobil patrol tidak mengikuti massa karna takut terjebak lumpur.
Notulensi : Heriaydi LMND
Dukumentasi : Iwan Kurniawan LMND
Tidak ada komentar:
Posting Komentar