Keinginan negara untuk menjadikan petani menjadi satu sector yang mandiri hanyalah celotehan di atas mimbar podium di saat melakukan kampanye dan sosilisasi ketika ingin berkuasa,semua janji yang di umbar tidak pernah menjadi satu kenyataan yang bisa di nikmati contoh bagaimana petani hari ini di hadapkan dengan problem yang menjadi langganan setiap tahundan tidak mampu di atasi oleh setiap rezim yang berkuasa baik pusat maupun daerah
Salah satu Persolan yang kami maksud adalah tentang bagimana petani harus mendapatkan teknologi yang modern seperti Pupuk dan obat obatan ,untuk pupuk saja petani di daerah Lombok timur khususnya di desa persiapan sekaroh dan sukaraja mengalami kegelisahan dimana kelompok tani yang tergabung dalam serikat tani nasional tidak mampu menebus pupuk sesuai Rencana kebutuhan dasar kelompok (RDKK) dimana untuk desa persiapan sekaroh saja harus menebus 125 ton dan sukaraja kurang lebih 300 ton karna petani kekurangan modal (uang) dimana unag hasil pinjaman maupun menjual ternak habis untuk mengolah lahan,hal ini pernah di alami petani tahun lalu dimana petani lewat KLP tani tidak mampu menebus pupuk sesuai RDKK maka pihak perusahaan atau distributor memberikan batasa waktu penebusan yang sangat singkat hingga Pupuk jatan petani di alihkan ke kelompok,individu yang melakukan yang memiliki modal atau pengusaha dan dapat di pastikan apa yang di dapat petani diantaranya pertama ; petani miskin ada yang mebiarkan tanaman padinya tidak di pupuk,kedua : kalaupun petani mampu beli pupuk pasti dengan harga mahal karna pupuk setelah jatuh ke tanganm pengusaha atau individu yang bermodal maka dengan seketika pupuk ini hilang dari peredaran alias langka.
Atas pengalaman ini dan situasi yang sebenarnya terjadi dimana para pemilik modal tingkat dusun sampai kabupaten sedang berkeliaran bagai drakula yang ingin menbghisap darah kaum tani dengan mencari RDKK yang tidak mampu di tebus petani salah satu contoh yang akan menjadi korban adalah kelompok tani yang ada di desa persiapan sekaroh dan desa Sukaraja kecamatan jerowaru dan kami bisa pastikan hal ini terjadi di daerah Lombok timur bahkan nusa tenggara barat lainnya,untuk itu kami dari komite pimpinan kabupaten serikat tani nasional(KPK STN)Lombok Timur menegaskan sikap diantaranya :
1. Agar pemerintah daerah Lombok timur lewat PT.selaparang agro memberikan dana talangan buat petani untuk menebus pupuk khususnya petani di desa persiapan sekaroh dan sukaraja sebagai bentuk subsidi pada petani oleh pemda Lombok timur(baca:pemberian modal kepada petani) sesuai inpres no 07 tahun 2009 tentang perberasan point pertama dan kedua yakni pemerintah daerah baik bupati maupun gubernur harus mempasilatasi penggunaan benih bersertifikat dan penggunaan pupuk organic atau anorganik secara seimbang adapun sumber pendanaan bisa diambil dari APBD maupun cukai tembakau(rokok) yang di dapat dari pemerintah pusat
2. Jika ini tidak bisa dilakukan maka kami menyatakan mossi tidak percaya pada kepemimpinan Lombok timur dan aparaturnya sekarang ini serta akan melakukan kampanye dalam rangka perjuangan petani untuk mendapatkan pupuk murah dengan menggalang solidaritas dengan tokoh,organisasi yang berpihak pada rakyat
3. Jika petani tidak mampu mendapatkan pupuk murah maka pruduksi beras akan menurun dan memici naiknya harga harga.
4. Agar pihak kepolisian Lombok timur menurunkan jajarannya untuk antisipasi kegiatan para spekulan yang ingin mengambil keuntungan dengan cara melakukan penimbunan pupuk
Demikian pernyatan siukap ini kami buat,semoga dapat di penuhi sebagi bentuk informasi bahwa hari ini rabu 13 januari 2010 kami kan hearinmg dengan pihak pemda Lombok timur namun kami tidak bisa dating karna para petani yang akan mengikuti hearing ini terhambat akibat hujan yang begitu besar karna petani memiliki keterbatassan.
Tanah, Modal, Teknologi Murah-Modern-Massal Dengan Pertanian Kolektif dibawah
Kontrol Dewan Rakyat/Tani !
Lombok Timur ,13 Januari 2010
KPK STN Lombok Timur
Ttd
Marnen (081805724793)
Sekertaris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar