Rabu, 30 Desember 2009

Serikat Tani Nasional Bakar Tembakau di Kantor Gubernur NTB

Serikat Tani Nasional Bakar Tembakau di Kantor Gubernur NTB
Selasa, 11 August 2009 15:38 WIB

Mataram, (tvOne)

Puluhan warga yang tergabung dalam Serikat Tani Nasional (STN) Nusa Tenggara Barat (NTB) membakar tumpukan tembakau saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur NTB, Selasa siang.

Lebih dari 20 orang peserta unjuk rasa itu masing-masing membawa segenggam tembakau virginia kemudian ditumpukkan di depan pintu gerbang Gedung Bumi Gogo Rancah (Gora), kemudian dibakar.

Belasan orang anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Pemprov NTB yang sedang berjaga-jaga di pintu gerbang hanya memandang aksi pembakaran tumpukan tembakau tersebut.

Demikian pula aparat kepolisian Polsek Mataram yang berjaga-jaga di sekitar lokasi unjuk rasa, lebih memilih diam.

Aksi pembakaran tembakau virginia itu dilakukan setelah pengunjuk rasa menyampaikan orasi secara bergantian, termasuk Ketua Komite Pimpinan Wilayah (KPW) STN NTB, Ahmad Rivai. "Unjuk rasa ini merupakan aksi pertama bagi kami dan akan ada aksi-aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih banyak jika tuntutan kami tidak dipenuhi," ujar Rivai.

STN NTB itu mempersoalkan kebijakan pemerintah mengurangi jatah Bahan Bakar Minyak Tanah (BBMT) untuk petani tembakau virginia di Lombok dan menggantinya dengan bahan bakar alternatif seperti gas dan batu bara, namun tidak selaras dengan kondisi riil.

Jumlah oven untuk pengering (omprong) tembakau virginia yang dimodifikasi agar menggunakan bahan bakar alternatif sangat terbatas sehingga ketergantungan petani terhadap BBMT masih sangat tinggi.

Data pengguna oven tembakau berbahan bakar minyak tanah bersubsidi versi Pemerintah Provinsi NTB yang sudah tervalidasi mencapai 15 ribu unit lebih. Sebanyak 6.477 unit diantaranya telah dimodifikasi menjadi oven berbahan bakar gas dan batu bara, sehingga tersisa lebih dari 8.000 unit yang masih bergantung pada BBMT.

Untuk musim panen tembakau virginia tahun 2009, pemerintah mengalokasikan 30 juta liter minyak tanah bersubsisi untuk petani tembakau di Lombok. Namun, jumlah itu belum mencukupi kebutuhan sehingga rentan terjadi aksi perebutan minyak tanah yang dapat menimbulkan konflik horisontal.

Kekurangan stok BBMT bersubsidi itu rentan memicu antrean petani tembakau di Kantor PT Migas Mitra Petani (MMT) yang terletak di Jalan Sriwijaya Kota Mataram sehingga mencuat konsentrasi massa. Karena itu, STN NTB menuntut Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung sepenuhnya proses pengalihan teknologi oven tembakau itu agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar